Santri in English

whatever i can do. . .

Tiada Lagi Sosok Abah Yai tercinta

November23

abah yaiHari Jumat 18 Novenber 2011 adalah hari dimana Abah Yai, panggilan santri kepada K. H. Masruri Abdul Mughni dirawat di ruang ICU R.S di Madinah. Pada hari itu tepat pukul 10.00 WIB pengurus mendatangi organisasi-organisasi yang sedang melaksanakan kegiatan, tujuannya adalah menyuruh semua santri untuk mendatangi Masjid An Nur guna menjalankan shalat dluha dan pembacaan shalawat thib untuk Abah Yai. Pembacaan shalawat Thib ini berlangsung setiap kali sesudah shalat jama’ah.
Pada Hari Ahad 20 November 2011, seperti biasa santri membaca shalawat Thib sehabis shalat subuh. tiba-tiba saja Abah Sholah putra pertama Abah Yai mengumumkan untuk membaca tahlil, namun rekan santri belum paham maksudnya apa. Setelah Mas Rijal mengumumkan untuk semua santri nanti melaksanakan shalat ghoib…Tangis bercampur teriakan tak percaya meyelimuti seluruh bagian Masjid An Nur.
Pada sabtu malam aku dan 4 temanku berjalan disekitar Masjid bersama dengan Mas Akil, salah satu alumni MAK. Mas Akil tiba-tiba bicara kalau dia mencium bau bunga melati. Aku dan temenku tidak mencium bau demikian, kamipun hanya tersenyum dan melanjutkan ketempat tujuan kami yakni ke ruang OSIS. Pagi harinya aku kembali lagi ketemu dengan mas Akil, kali ini mas Akil baru bangun tidur dari GOR, dia belum mengetahui apa yang sudah terjadi. Akupun bercerita pada mas Akil kalau Abah barusan wafat…mas Akilpun tak mampu menahan kesedihannya, dia merasa berarti bau bunga melati tadi malam adalah sebuah pertanda semua ini.
Abah Yai adalah sosok yang sangat dihormati di Masyarakat,beliau di lahirkan di Desa Benda pada tanggal 23 Juli tahun 1943.Usia Abah sudah menginjak 68 tahun, namun semangat mengajarnya itu sangat tinggi. santri sangat menghormati bahkan menyayangi Abah dengan sepenuh hati, sehingga ketidak percayaan mereka akan wafatnya Abah sangat tinggi. Setelah berita itu ternyata adalah sebuah kebenaran, santri-santripun menagis bahkan ada dari mereka yang ingin boyong.
betapa tidak merasa kehilangan, Abah Yai adalah sosok guru sekaligus bapak yang sangat peduli dengan semua santri, baliau selalu memperhatikan ssantri-santrinya. Perhatian tingginya itu yang membuat santri merasa selalu dekat dengan Abah Yai.
Kini tiada lagi senyum, nasehat, dan canda gurau beliau. Tentunya semua itu pasti akan kita rindukan.

Selamat Jalan Abah…Kami akan selalu mendo’akan engkau, kami juga akan menjalankan semua perintah engkau yang belum sempat kami laksanakan…

Abah…kami sayang pada mu…

One Comment to

“Tiada Lagi Sosok Abah Yai tercinta”

  1. November 27th, 2011 at 3:06 pm      Reply pembaca mading Says:

    rindu yg tak pernah tergantikan, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anwu, wanjannata ma’wahu


Email will not be published

Website example

Your Comment:

*